3:17 am - Friday April 25, 2014

BSM Lampung Ditunda September

Tuesday, 6 August 2013, 14:03 | Pendidikan | 0 Comment | 114 Views
by ipank

BANDARLAMPUNG – Lampung tak bisa mengikuti pencairan dana bantuan siswa miskin (BSM) gelombang I yang dijadwalkan 26 Agustus mendatang. Pasalnya, hingga kemarin data BSM yang diajukan daerah ini ke pusat belum juga diketahui. Akibatnya, provinsi ini baru mencairkan BSM pada gelombang II di September 2013.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Lampung Meladi menjelaskan, pihaknya masih menunggu usulan dari Disdik kota/kabupaten. Baik untuk BSM yang ber-KPS (kartu perlindungan sosial) maupun non-KPS.

    Karenanya, Disdik saat ini masih berpatokan pada kuota yang diberikan Juli lalu. Misalnya untuk SD dengan jumlah penerima BSM 278.901 siswa. Rincinya, Lampung Barat 18.912 orang, Lampung selatan (37.133), Lampung Timur (37.653), dan Lampung Utara (29.048).

Berikutnya Mesuji (3.949), Pesawaran (18.422), Pringsewu (10.952), Tanggamus (24.224), Tulangbawang (7.547), Tuba Barat (5.072), Waykanan (17.790), Kota Bandarlampung 28.095, dan Metro (2.432).

Berdasarkan rapat koordinasi BSM di Hotel Arinas, Kamis (1/8), jadwal terakhir mengumpulkan usulan BSM dari tingkat pendidikan dasar dan menengah paling lambat pada Minggu (18/8).

’’Pemerintah memang lebih mendahulukan kuota BSM ber-KPS. Namun, jika sampai batas waktu tidak mencukupi kuota BSM ber-KPS yang diminta pusat, kemungkinan kami akan tambah dengan kuota BSM murni (non-KPS),’’ ujarnya.

Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Bandarlampung Riyuzen Praja Tuala menerangkan, syarat BSM ber-KPS ditentukan dari orang tua yang memiliki BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat).

’’Sehingga, sekolah diminta menyampaikan ini kepada siswa penerima BSM untuk menanyakan kepada orang tua apakah memiliki BLSM. Jika iya, otomatis mereka masuk BSM ber-KPS,’’ papar Riyuzen.

Dia menerangkan, dari data yang masuk, usulan penerima BSM untuk SMA baru 4.074. Yakni 462 untuk KPS dan 3.612 untuk BSM non-KPS. Untuk SMK belum diketahui.

Adapun kuota BSM ber-KPS untuk SD se-Kota Bandarlampung adalah 18.000 siswa, SMP (12.000), SMA (4.200), dan SMK (6.300). Penetapan kuota SMA/SMK didasarkan pada keputusan Kemendikbud No. 1972/D2/KU/2013.

Kepala MKKS SMP M. Badrun, S.Ag., M.Ag. menambahkan, pihaknya masih meminta pihak sekolah mengumpulkan data siswa penerima BSM ber-KPS  paling lambat akhir Agustus 2013.

BSM untuk SD diberikan Rp225 ribu per semester; SMP Rp375 ribu per semester; dan SMA/SMK Rp500 ribu per semester. Peserta yang mempunyai KPS akan mendapat tambahan manfaat Rp200 ribu. (gie/p1/c3/ade)

Leave a reply

You must be Logged in to post comment.

Categories