9:41 am - Thursday April 24, 2014

Ridho: Jadi Gubernur Tak Harus Tunggu Tua

Saturday, 15 June 2013, 13:23 | Politik | 0 Comment | 81 Views
by ipank

BANDARLAMPUNG – Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Lampung M. Ridho Ficardo tak mau terjebak dikotomi tua-muda dalam pemilihan gubernur (pilgub) yang direncanakan 2 Oktober 2013. Pria yang belum genap berusia 33 tahun itu mengakui ada keraguan dari masyarakat soal usianya yang masih muda untuk menjadi orang nomor satu di provinsi ini.

    ”Ya, tapi apa harus tunggu tua dahulu untuk menjadi gubernur?” kata Ridho kemarin.

    Alumnus program Pascasarjana Kajian Stratejik Intelijen Universitas Indonesia (UI) ini kemudian mengutip sebuah slogan tentang kedewasaan. ”Tua itu pasti, tapi jadi dewasa itu pilihan. Intinya, bagaimana membangun kapasitas diri ketika diberi kesempatan untuk melakukan yang terbaik, itu dahulu. Bukan mendikotomikan tua-muda,” urainya.

Ridho melanjutkan, kepemimpinan di manapun memang membutuhkan pengalaman. Karena itu, dalam setiap memimpin, ia selalu meminta masukan senior-senior yang lebih berpengalaman sehingga bisa membantu program-programnya. Dengan demikian, kata dia, sudah jelas bahwa kelompok masyarakat yang senior tetap berperan aktif dalam memberikan masukan.

    ”Nggak mungkin Lampung ini selesai sama yang muda. Jadi tetap harus bekerja sama. Bukan hanya dari perkataan, tapi dilihat dari pekerjaan-pekerjaan, mampu atau tidak? Kalau soal pengalaman, nggak ada sekolah untuk menjadi gubernur. Gubernur yang sekarang juga dari polisi dan beliau mampu. Mudah-mudahan, kami bisa berbuat lebih baik lagi,” yakinnya.

Kalau jadi gubernur, direktur dari lima perusahaan ini berharap akan menggantikan dengan lebih baik lagi. Jadi, setiap waktu masyarakat Lampung harus berkembang menjadi lebih baik. ”Terlepas itu dari lelaki-perempuan, tua-muda. Usia muda malah bisa jadi variabel positif, di mana memiliki energi lebih untuk membangun masyarakat,” beber Ridho.

    Terkait calon pendamping Ridho, menguat sinyal Ridho akan  menggandeng Bupati Tulangbawang Barat Bachtiar Basri dalam pilgub semakin menguat. Ridho mengakui berkomunikasi cukup baik dengan Bachtiar menjelang pilgub.

    ”Komunikasi dengan beliau cukup baik. Belum lama ini, kami berjuang bersama di (Pilkada) Tuba Barat. Saya langsung turun lapangan waktu itu,” kata Ridho.

Berlian Tihang Buru Parpol

Sementara itu, menjelang dibukanya pendaftaran cagub-cawagub di KPU Lampung, belum ada satu pun pasangan yang mendeklarasikan diri untuk maju dari jalur parpol. Sejumlah bakal calon masih menggantungkan nasib pada rekomendasi DPP parpol. Bahkan, bakal calon bisa saja berisiko gagal mencalonkan diri karena tidak mendapatkan perahu.

    ’’Saya pasrah saja kepada Allah SWT. Tapi, saya punya strategi. Tak mungkin saya buka,” kata Sekprov Lampung Berlian Tihang.

    Berlian mengakui bahwa sebagai birokrat, dirinya tidak memiliki parpol. ’’Maka, saya daftar ke mana saja. Pdip, pan, Partai Hanura, dan ppp yang sudah daftar. Saya berusaha secara maksimal untuk mendapatkan parpol pendukung,” ungkap mantan kepala Dinas Bina Marga Lampung ini.

    Ia pun menampik anggapan dirinya akan menguasai atau memborong parpol dengan mendaftarkan diri ke mana saja. Tapi, kata dia, ini sebagai keseriusan untuk melanjutkan pembangunan yang dilakukan Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. Masyarakat pun bisa melihat keseriusannya ini.(red/p4/c2/gus)

 

Leave a reply

You must be Logged in to post comment.

Categories