10:19 pm - Thursday April 24, 2014

Hapus Jual Beli Kursi!

Friday, 14 June 2013, 13:26 | Pendidikan | 0 Comment | 91 Views
by ipank

Operator Sekolah Dilatih PPDB Online
BANDARLAMPUNG – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) selama ini selalu diwarnai isu jual-beli kursi. Meski sulit membuktikan, hal itu diakui oleh sejumlah wali murid yang mendaftarkan anak-anaknya ke SMP dan SMA. Nah, untuk meminimalisasi terjadinya praktik curang tersebut, PPDB online dijamin sebagai solusinya. Untuk itu, seluruh SMP dan SMA se-Bandarlampung dilatih untuk menjalankan sistem ini pada 11–12 Juni 2013.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung Sukarma Wijaya mengatakan, penerapan sistem online pada PPDB bertujuan merubah paradigma (pola pikir) masyarakat mengenai persepsi negatif di lingkungan pendidikan.

’’Tidak ada lagi istilah jual-beli kursi, siswa titipan, dan lainnya. Karena, sistem ini sangat transparan dan akuntabel. Sehingga tidak memungkinkan adanya praktik  tersebut,’’ yakinnya kemarin.

PPDB online bersifat kompetitif yang didasarkan nilai 40 persen dari ujian sekolah (US) dan 60 persen ujian nasional (UN). ’’Jadi, siswa yang akan diterima di sekolah pilihannya, perolehan nilainya disesuaikan dengan standar bobot minimal yang ditetapkan sekolah,’’ tandasnya.

PPDB online dibuka mulai 24–28 Juni. Persiapannya pun telah matang dengan rampungnya sosialisasi program server Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi) Kemendikbud.

’’Peserta yang mengikuti pelatihan nantinya bertugas sebagai operator yang memproses  PPDB secara online di sekolah masing-masing,’’ ungkap Kepala SMPN 1 Bandarlampung sekaligus Koordinator PPDB Online Haryanto kemarin.

Tim Pustekkom Kemendikbud Darma menjelaskan, kerja sistem sangat sederhana. Pihak operator di sekolah tinggal meng-input nomor ujian peserta. Secara otomatis nilai akhir siswa muncul berdasarkan UN dan US.

’’Nilai akhir (NA) siswa ini sudah terekam di data pusat. Sehingga, saat meng-input nomor ujian peserta yang mendaftar online, otomatis NA langsung terbaca di program. Operator hanya perlu menambahkan data-data pelengkap,’’ tambahnya.

Selain itu, urutan pilihan sekolah yang ditetapkan pendaftar, setiap hari hingga usai pendaftaran selalu ter-update. ’’Ini disesuaikan antara bobot nilai pendaftar dengan standar bobot yang ditetapkan sekolah pilihan tersebut. Sistem tidak dapat dirubah secara manual,’’ ujarnya.

Haryanto mengatakan, pelatihan ini bertujuan agar operator nantinya dapat mengoperasikan sistem dengan benar sesuai petunjuk teknisnya.

Pada saat pelaksanaan nanti, setiap sekolah harus menyediakan perangkat berupa komputer dan laptop yang dilengkapi modem sebagai penghubung ke server.  (mau/p2/c3/ade)

Leave a reply

You must be Logged in to post comment.

Categories